Kalkulator Sewa vs Beli Rumah Berapa tahun hingga membeli lebih menguntungkan dari menyewa?
🏠 Parameter Pembelian
Rp
20%
2%
30 tahun
2%
1.5 Rp
0.1%
1.5%
1%
Rp
🏘️ Parameter Sewa
Rp
2%
5%
📅 Periode Simulasi
20 tahun
🎯 Titik Impas
Sewa+Investasi tetap unggul sepanjang periode
Dengan kondisi Anda, strategi sewa+investasi mengungguli pembelian
Ringkasan Tahun ke-20
| 🏠 Beli | 🏘️ Sewa+Investasi | |
|---|---|---|
| Total Biaya | 0 Rp | 0 Rp |
| Kekayaan Bersih Akhir | 0 Rp | 0 Rp |
📊 Rincian Tahunan
| Tahun | Nilai properti | Sisa KPR | Cicilan KPR tahunan | Pajak + pemeliharaan | Biaya sewa | Penghematan sewa | 🏠 Kekayaan Bersih Akhir | 🏘️ Kekayaan Bersih Akhir |
|---|
📋 Asumsi Perhitungan
- Kekayaan (beli) = Nilai Pasar − Sisa Pinjaman − Biaya Jual − Biaya Kumulatif
- Kekayaan (sewa) = Portofolio − Sewa Kumulatif (uang muka diinvestasikan dari hari pertama)
- Selisih biaya bulanan (biaya beli − sewa) ditambah/dikurangi dari portofolio penyewa
- Hanya untuk referensi. Pertimbangkan pajak, inflasi, dan situasi keuangan pribadi.
Kalkulator Sewa vs Beli Rumah - Kapan Membeli Lebih Menguntungkan?
Membeli rumah adalah keputusan finansial terbesar dalam hidup. Alat ini menggunakan modal awal yang sama untuk kedua sisi — menyimulasikan "beli" dan "sewa + investasi" — untuk menghitung kapan tepatnya membeli menjadi lebih menguntungkan. Mendukung mode rumah siap huni, bekas, dan inden (pre-sale).
🏠 Fitur Utama
- Titik impas: Tahun tepat di mana kekayaan bersih pembeli melampaui penyewa investor
- Mode Inden: Simulasi uang muka bertahap selama konstruksi, KPR mulai setelah serah terima
- Mode harga target: Masukkan tahun dan harga target untuk menghitung kenaikan tahunan otomatis
- Pendapatan sewa: Sertakan pendapatan sewa dan reinvestasi dalam aset akhir pembeli
- Rincian tahunan: Nilai properti, sisa KPR, pajak, biaya sewa — semua dalam satu tabel
📊 Logika Perhitungan
- Titik awal sama: Kedua sisi memulai dengan modal yang sama (DP + biaya transaksi)
- Kekayaan bersih pembeli = Nilai − Sisa pinjaman − Biaya jual − Pengeluaran kumulatif
- Kekayaan bersih penyewa = Portofolio (bunga majemuk + penghematan reinvestasi) − Sewa kumulatif
- Harga & sewa: Tahun 1 tetap, mulai tumbuh dari tahun ke-2
💡 Tips Penggunaan
- Tetapkan imbal hasil investasi 5–7% untuk mensimulasikan rata-rata pasar saham jangka panjang dan membandingkan strategi sewa+investasi.
- Di kota besar seperti Jakarta atau Surabaya dengan harga properti tinggi dan kenaikan nilai yang stabil, simulasikan minimal 20 tahun untuk gambaran yang realistis.
- Mode Inden (pre-sale): selama masa konstruksi Anda tetap membayar sewa, sehingga titik impas biasanya 2–4 tahun lebih lama dibanding rumah siap huni.
- Alat ini hanya menghitung sisi finansial; pertimbangkan juga stabilitas tempat tinggal, kebutuhan keluarga, dan kondisi pasar properti lokal.
Pertanyaan Umum (FAQ)
- Apa itu titik impas sewa vs beli rumah? Titik impas adalah tahun di mana kekayaan bersih kumulatif pembeli melampaui penyewa yang menginvestasikan selisih biaya di instrumen keuangan.
- Imbal hasil investasi berapa yang sebaiknya digunakan? Imbal hasil 5–7% per tahun mencerminkan rata-rata historis reksa dana saham atau indeks seperti IHSG dalam jangka panjang.
- Apakah biaya BPHTB dan notaris sudah termasuk? Ya. Anda dapat memasukkan persentase biaya transaksi pembelian (BPHTB, notaris, agensi) agar perhitungan lebih akurat.
X
💡
Kamu mungkin juga butuh